Apakah Ibu Hamil Boleh Menaiki Pesawat?

Wanita hamil diperkirakan memiliki peningkatan risiko terkena penyakit sedang hingga berat. Kram dan pembengkakan pada kaki/pergelangan kaki adalah dua masalah yang paling umum terjadi. Hal ini biasanya terjadi pada perjalanan yang lebih lama yaitu 3-5 jam. Penggumpalan darah dan trombosis vena adalah masalah yang lebih serius. Bagian belakang kaki, terutama di bawah lutut, menjadi bengkak, nyeri, dan merah akibat trombosis vena. Sirkulasi darah yang buruk menjadi penyebab kedua penyakit ini.

 

Apakah Ada Perturan Tentang Ibu Hamil Bepergian Dengan Pesawat

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 30 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Minimal Penumpang Angkutan Udara, ibu hamil termasuk ke dalam kategori penumpang berkebutuhan khusus. Berdasarkan peraturan tersebut, ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat dengan beberapa syarat.

Salah satu syaratnya adalah surat rekomendasi dokter yang menyatakan ibu hamil boleh terbang. Selain itu, ibu hamil juga wajib mengungkapkan informasi mengenai masalah kesehatannya saat memesan tiket pesawat. Saat melakukan check in, ibu hamil yang akan melakukan penerbangan juga harus memberikan informasi mengenai status kesehatannya saat ini. Kemudian, agar aman dan nyaman, pelajari dulu syarat dan ketentuan maskapai yang dipilih sebelum terbang.

 

Apa Saja Kondisi yang Berisiko Tinggi dan Dianjurkan bagi Ibu Hamil untuk Tidak Terbang

  • Inkompetensi serviks adalah suatu kondisi di mana kekuatan serviks kurang dari biasanya.
  • Pernah mengalami pendarahan saat hamil
  • Diabetes selama kehamilan
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau riwayatnya
  • Memiliki atau pernah mempunyai riwayat kelainan plasenta
  • Pernah mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik di masa lalu
  • Pernah melahirkan prematur di masa lalu Kehamilan pertama saat ibu berusia 35 tahun atau lebih

 

Jadi, Kapan Ibu Hamil Boleh Terbang

Ibu Hamil boleh melakukan penerbangan antara usia kehamilan 14 dan 27 minggu. Hal ini karena, Ibu hamil telah mengatasi tahap mual dan menjadi lebih kuat secara fisik pada minggu ke-14. Maka dari itu, Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan penerbangan sebelum usia kehamilan 14 minggu.

Ibu hamil tidak diperbolehkan lagi terbang setelah usia kehamilannya melebihi 36 minggu. Maksimal 32 minggu jika mengandung anak kembar. Usia kehamilan dihitung sejak tanggal penerbangan pulang.